Tren bisnis minuman akan selalu menarik buat Anda ikuti, terutama kalau Anda sedang mencari usaha dengan peluang besar dan permintaan pasar yang stabil. Di 2025 dan memasuki 2026, franchise minuman diprediksi semakin inovatif, bukan hanya soal rasa, tapi juga soal manfaat kesehatan, pengalaman pelanggan, dan cerita di balik brand.
Banyak brand minuman sekarang mulai mengusung konsep health & wellness, memadukan minuman kekinian dengan nilai fungsional seperti rendah gula, tinggi serat, atau mengandung probiotik, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap gaya hidup sehat. Di sisi lain, kopi dan teh lokal juga naik kelas dengan konsep from farm to cup dan storytelling tentang asal-usul bahan baku, menjadikannya bukan sekadar minuman, tetapi bagian dari gaya hidup.
Dari minuman kopi hingga minuman segar, semua punya potensi besar untuk dikembangkan. Kalau Anda tengah mencari franchise minuman terlaris dan relevan dengan tren 2026, daftar rekomendasi berikut bisa jadi referensi awal sebelum Anda melangkah lebih jauh.
Apa Itu Franchise Minuman?
Franchise minuman adalah model kerja sama bisnis di mana Anda (franchisee) membeli hak untuk menggunakan merek, sistem operasional, dan produk minuman dari pemilik merek (franchisor), lalu menjalankan gerai dengan standar yang sudah teruji. Skema ini populer karena Anda tidak perlu membangun brand dari nol; reputasi, SOP, dan dukungan operasional sudah disediakan.
Sektor makanan dan minuman sendiri menjadi tulang punggung dunia waralaba di Indonesia; data menunjukkan kategori F&B menyumbang lebih dari 60% bisnis franchise di Indonesia pada 2024, dengan minuman kekinian seperti es teh, kopi, dan boba sebagai salah satu pendorong utama. Hal ini menunjukkan bahwa minuman bukan sekadar tren sesaat, tetapi termasuk kategori yang memiliki permintaan berulang dan basis pelanggan luas.
Keunggulan lain dari franchise minuman adalah variasi modal yang sangat fleksibel. Ada paket franchise di bawah Rp1 juta hingga Rp5 juta untuk konsep sederhana seperti es teh atau minuman serbuk, dan ada juga paket hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah untuk brand besar yang mengusung konsep café modern atau gerai premium. Operasionalnya pun relatif lebih sederhana dibanding beberapa jenis usaha lain, karena proses produksi dan penyajian sudah distandarkan oleh franchisor.
Kenapa Bisnis Franchise Minuman Menarik di 2026?
Memasuki 2026, ada beberapa alasan kenapa franchise minuman masih sangat menarik untuk Anda jadikan pilihan usaha.
Pertama, minuman fungsional dan sehat makin naik daun. Konsumen tidak lagi hanya bertanya “rasanya enak atau tidak”, tapi juga “apa manfaat minuman ini untuk tubuh saya?”. Tren ini mendorong munculnya minuman dengan klaim meningkatkan stamina, membantu pencernaan, hingga memberikan efek relaksasi, seperti kombucha, minuman herbal, hingga smoothies tanpa gula tambahan.
Kedua, kejenuhan terhadap kopi susu generik membuat kopi dan teh lokal dengan cerita otentik semakin diminati. Brand yang bisa menghadirkan narasi kuat tentang asal-usul biji kopi atau daun teh, kemitraan dengan petani lokal, dan proses produksi yang transparan, cenderung memiliki basis pelanggan yang loyal meski persaingan ketat. Ini membuka ruang bagi franchise minuman yang mampu memadukan kualitas rasa, harga terjangkau, dan identitas brand yang kuat.
Ketiga, dari sisi modal, franchise minuman sangat variatif dan bisa menyesuaikan profil investor. Ada paket di bawah Rp5 juta untuk pemula, ada pula yang di kisaran Rp10–25 juta, dan ada yang mencapai Rp1–1,5 miliar untuk brand besar seperti konsep es krim dan bubble tea skala internasional. Dengan strategi lokasi yang tepat dan manajemen biaya yang baik, banyak brand memperkirakan balik modal dalam rentang 6–12 bulan, bahkan bisa lebih cepat untuk lokasi sangat ramai.
Keempat, ekosistem pendukung bisnis minuman kini jauh lebih siap. Sistem pembayaran modern seperti QRIS dan payment gateway, platform pemesanan online, serta aplikasi POS memudahkan pengelolaan transaksi dan stok, sehingga Anda bisa fokus pada penjualan dan pengembangan pelanggan. Ditambah lagi, pameran dan business matching seperti FLEI memberikan akses langsung ke banyak brand dan peluang kerja sama dalam satu event.
Tips Memilih Franchise Minuman yang Tepat
Sebelum memilih salah satu franchise minuman, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal penting berikut agar tidak salah langkah.
Perhatikan kekuatan merek dan rekam jejak
Pilih brand yang sudah memiliki nama cukup dikenal dan telah beroperasi minimal 2–3 tahun dengan jaringan outlet yang konsisten berkembang. Reputasi ini akan sangat membantu di tahap awal karena pelanggan cenderung lebih percaya pada nama yang familiar.Cek dukungan franchisor secara menyeluruh
Pastikan franchisor menyediakan pelatihan, SOP lengkap, panduan pemasaran, serta pendampingan di awal operasional. Dukungan ini penting agar Anda yang masih pemula bisa menjalankan bisnis tanpa harus belajar semuanya dari nol.Hitung potensi keuntungan dan balik modal dengan realistis
Jangan hanya tergiur klaim “balik modal cepat”. Pelajari proyeksi penjualan, margin, biaya operasional, dan hitung Return on Investment (ROI) menggunakan rumus yang jelas. Sesuaikan juga target penjualan dengan kondisi lokasi dan daya beli konsumen di area Anda.Pahami kontrak dan struktur biaya sampai tuntas
Baca detail kontrak franchise, termasuk biaya awal, royalti (jika ada), durasi kerja sama, dan kewajiban pembelian bahan baku. Pastikan semua ketentuan transparan dan Anda nyaman dengan skema yang ditawarkan.Sesuaikan dengan tren lokal dan profil konsumen
Di area kampus dan perkantoran, minuman kopi, boba, dan es teh manis kekinian cenderung diminati. Di kawasan hunian keluarga atau area yang mulai sadar kesehatan, minuman tanpa gula tambahan atau minuman fungsional bisa lebih potensial.Pastikan brand siap mengikuti perkembangan digital
Franchise yang sudah akrab dengan kampanye media sosial, kerja sama dengan delivery platform, dan integrasi sistem pembayaran modern akan lebih kompetitif dalam menarik pelanggan generasi muda.
Rekomendasi Franchise Minuman yang Akan Hype di 2025–2026
Berikut adalah deretan franchise minuman yang diprediksi terus menarik perhatian di 2025–2026, baik karena kekuatan brand, inovasi menu, maupun fleksibilitas modal. Informasi modal dan paket bisa berubah, jadi pastikan Anda selalu mengecek update resmi dari masing-masing brand sebelum mendaftar.
1. Bobacha
Bobacha adalah franchise minuman berbasis milk tea dan boba yang popularitasnya terus meningkat di Indonesia. Brand ini dikenal dengan kombinasi brown sugar, boba lembut, dan varian rasa yang cocok dengan selera pasar lokal. Paket franchise Bobacha ditawarkan mulai sekitar Rp6,6 juta dengan penawaran khusus yang pernah menyentuh kisaran Rp3,8 juta, sudah termasuk booth, bahan baku awal, dan peralatan operasional dasar sehingga menarik bagi pengusaha pemula dengan modal terbatas.
Keunggulan Bobacha terletak pada harga jual yang terjangkau dengan kualitas rasa yang tetap terjaga, ditambah aktivitas promosi yang aktif melalui media sosial dan kanal online lainnya. Kombinasi ini membuat Bobacha cukup kompetitif di tengah persaingan minuman boba yang masih kuat hingga 2026.
2. Akademi Kopi
Akademi Kopi menghadirkan konsep franchise kopi dengan modal yang relatif terjangkau dan fokus pada edukasi rasa kopi berkualitas. Berdiri sejak 2018, brand ini telah berkembang menjadi ratusan gerai di berbagai kota di Indonesia, menunjukkan penerimaan pasar yang baik.
Paket kemitraan Akademi Kopi berkisar di rentang Rp3,9 juta hingga Rp11 juta, sehingga cocok untuk Anda yang ingin memulai bisnis kopi dengan modal ringan namun tetap mengusung standar produk yang jelas. Dengan tren kopi lokal yang terus naik dan gaya hidup grab-and-go yang masih digemari, Akademi Kopi menjadi salah satu opsi menarik untuk 2026.
3. Janji Jiwa
Janji Jiwa sudah lama dikenal sebagai salah satu brand kopi lokal yang berhasil menembus banyak kota di Indonesia dengan konsep kopi susu harga terjangkau. Sejak berdiri pada 2018, brand ini telah memiliki ratusan outlet dan kuat di segmen milenial serta Gen Z.
Meskipun skema investasi dan bentuk kerja sama Janji Jiwa dapat berbeda-beda dari waktu ke waktu, brand ini konsisten menawarkan citra kopi berkualitas dengan desain kemasan dan suasana gerai yang kekinian. Bagi Anda yang ingin bermain di segmen kopi susu kekinian dengan basis pelanggan kuat, Janji Jiwa layak masuk daftar pertimbangan.
4. Xi Bo Ba
Xi Bo Ba merupakan salah satu brand minuman boba yang berada di bawah naungan Mitra Boga Ventura (MBV) Group dan telah berkembang pesat sejak 2019. Dengan menu inovatif, topping beragam, dan harga yang masih terjangkau, Xi Bo Ba berhasil menggaet konsumen boba dari berbagai kalangan.
Dari sisi investasi, franchise Xi Bo Ba umumnya berada di kelas menengah ke atas dibanding brand boba rumahan, namun sebanding dengan kekuatan brand dan kualitas produk. Bagi Anda yang ingin masuk ke pasar boba dengan dukungan manajemen grup besar dan jaringan yang mapan, Xi Bo Ba dapat menjadi pilihan.
5. Momoyo
Momoyo adalah brand es krim dan minuman kekinian yang menggabungkan menu es krim lembut dengan teh buah dan minuman segar lainnya. Brand ini baru hadir sejak 2022, tetapi sudah mencuri perhatian dengan konsep booth modern dan varian rasa yang fotogenik untuk media sosial.
Investasi franchise Momoyo berada di kisaran ratusan juta rupiah dan ditopang oleh ekspansi regional yang agresif, termasuk ratusan gerai di Indonesia dan Asia Tenggara per akhir 2025. Momoyo cocok untuk Anda yang siap bermain di segmen premium dengan fokus pada pengalaman visual dan rasa yang kuat.
6. Teh Poci
Teh Poci merupakan salah satu brand teh lokal yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia dan kini juga hadir dalam bentuk franchise minuman kekinian. Brand ini menawarkan berbagai paket kemitraan dengan biaya bervariasi sesuai wilayah dan fasilitas yang dipilih, mulai dari paket booth sederhana hingga konsep gerai yang lebih lengkap.
Beberapa paket kemitraan Teh Poci berada di kisaran Rp7–20 juta, dengan fasilitas yang umumnya sudah mencakup perlengkapan dasar dan dukungan promosi. Kombinasi nama besar, rasa yang familiar, dan harga jual yang ramah di kantong menjadikan Teh Poci pilihan menarik, terutama di area dengan preferensi minuman teh yang kuat.
7. Kopi Sejuta Jiwa
Kopi Sejuta Jiwa hadir dengan konsep kopi mobile yang fleksibel dan bisa menjangkau berbagai titik keramaian. Masih berada dalam ekosistem Jiwa Group, konsep ini memadukan kualitas kopi dengan format gerai yang lebih ringkas dan mudah dipindah-pindah.
Bagi Anda yang ingin bermain di model usaha yang lincah—misalnya dekat perkantoran, kampus, atau acara temporer—konsep mobile seperti ini bisa menjadi solusi untuk mengoptimalkan traffic tanpa terikat satu lokasi permanen.
8. Smuky
Smuky adalah franchise minuman yang fokus pada produk boba dan minuman kekinian dengan bahan baku premium yang diimpor, salah satunya dari Taiwan. Brand ini menonjol melalui kualitas produk dan packaging yang modern, menyasar konsumen muda di area perkotaan.
Franchise Smuky menawarkan beberapa paket kemitraan yang cukup fleksibel, dengan kisaran investasi mulai dari sekitar Rp5 juta hingga Rp70 juta tergantung ukuran dan format gerai. Untuk Anda yang ingin menggabungkan kualitas bahan premium dengan modal yang masih bisa diatur bertahap, Smuky bisa menjadi alternatif menarik.
9. Es Teh Indonesia
Es Teh Indonesia termasuk brand minuman teh kekinian yang konsisten bertumbuh dengan varian menu luas dan harga yang masih terjangkau. Brand ini dikenal mampu menjangkau hampir semua segmen, dari pelajar hingga pekerja kantoran, dengan konsep gerai yang simpel dan dekat dengan keseharian konsumen.
Nilai investasi untuk membuka gerai Es Teh Indonesia umumnya berada di kisaran ratusan juta rupiah, tetapi sebanding dengan potensi pasar yang besar dan dukungan sistem yang sudah teruji. Bagi Anda yang ingin bermain di produk yang sangat familiar dan punya frekuensi pembelian tinggi, es teh kekinian seperti ini patut dilirik.
10. Mixue
Mixue adalah brand es krim dan bubble tea asal Tiongkok yang berkembang sangat pesat di Indonesia beberapa tahun terakhir. Popularitasnya didukung oleh harga yang relatif terjangkau dan menu yang cocok dengan lidah lokal. Hingga 2026, Mixue masih sering disebut sebagai salah satu pilihan usaha yang menguntungkan karena traffic gerai yang tinggi.
Namun, dari sisi investasi, Mixue berada di kelas modal besar. Perkiraan kebutuhan modal awal untuk membuka satu gerai dapat mencapai sekitar Rp1–1,5 miliar, termasuk lisensi, renovasi, peralatan, bahan baku awal, dan biaya operasional. Untuk investor yang siap dengan modal besar dan ingin bermain di brand dengan awareness sangat tinggi, Mixue masih menjadi opsi yang patut diperhitungkan di 2026.Ingin Referensi dan Pilihan Franchise Lain? Cek Ini!
Masih butuh opsi franchise minuman lain yang menjanjikan? Anda bisa langsung cek website FLEI Business Show.
Setelah itu, langsung beli tiketnya untuk datang ke Franchise & License Expo terbesar yang ada di Indonesia.
Di sana, Anda akan bertemu dengan berbagai brand yang menjadi partner FLEI dan bisa Anda ajak untuk kerja sama bisnis lebih lanjut.
Ingin informasi lebih lengkap? Langsung follow @fleixpoid di Instagram agar tak ketinggalan kabar.





















