rekomendasi franchise

Cara Franchise Mie Gacoan, Biaya, Syarat dan Keuntungan

Franchise & License Expo Indonesia
Posted 5 days ago7 mins read
Cara Franchise Mie Gacoan, Biaya, Syarat dan Keuntungan

Mie Gacoan adalah jaringan restoran mie pedas yang berdiri sejak 2016 di Malang, Jawa Timur, dikelola oleh PT Pesta Pora Abadi. Konsepnya sederhana tapi kuat: mie pedas harga terjangkau, porsi mengenyangkan, dan tempat makan yang modern serta nyaman untuk nongkrong.

Brand ini tumbuh agresif dan menjadi salah satu pemain terkuat di kategori mie pedas nasional, dengan ekspansi besar terutama di Pulau Jawa dan kota-kota besar lain. Berbagai sumber menyebutkan jumlah gerai yang terus meningkat hingga ratusan outlet, yang memperkuat persepsi publik bahwa bisnis ini sangat menjanjikan bagi calon investor.

Selain itu, Mie Gacoan juga sudah mengantongi sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 22 Juni 2023, yang semakin meningkatkan kepercayaan konsumen Muslim di seluruh Indonesia. Di sisi lain, kehadirannya juga dinilai sangat memengaruhi lanskap kuliner lokal di beberapa kota, karena berhasil menggeser preferensi konsumen muda dari kuliner tradisional ke mie pedas modern.

Seberapa Besar Potensi Omzet Mie Gacoan?

Banyak pihak tertarik dengan bisnis ini karena melihat potensi omzet yang sangat besar di tiap gerainya. Dalam salah satu proyeksi yang banyak dikutip, satu outlet Mie Gacoan dengan asumsi penjualan 200 porsi mie per hari dengan harga rata-rata 15.000 rupiah dapat mencapai omzet sekitar 3 juta rupiah per hari atau sekitar 99 juta rupiah per bulan.

Beberapa sumber menyebut bahwa outlet-outlet besar di lokasi sangat ramai bahkan bisa mencapai omzet hingga sekitar 2,97 miliar rupiah per bulan, tergantung kapasitas tempat, antrian, dan diversifikasi menu yang terjual. Jika dikalikan dengan ratusan cabang, estimasi omzet tahunan jaringan ini bisa menyentuh angka triliunan rupiah, yang menunjukkan skala bisnis yang sangat masif.

Sebagai pembanding, ada juga simulasi perhitungan lebih konservatif yang menyebutkan bahwa dengan 100 pelanggan per hari dan rata-rata transaksi 50.000 rupiah, omzet bulanan gerai mie modern bisa berada di kisaran 150 juta rupiah sebelum dikurangi biaya operasional. Di sisi lain, studi kasus lain memperkirakan dari total biaya bahan baku dan operasional sekitar 124 juta rupiah per bulan, potensi laba bersih bisa berada di kisaran 11 juta rupiah per bulan pada skenario tertentu.

Benarkah Mie Gacoan Sudah Bisa Di-Franchise-kan?

Di internet, banyak artikel menggunakan istilah “franchise Mie Gacoan” seolah-olah skema waralaba ini sudah resmi dibuka untuk umum. Namun, beberapa sumber yang mengutip klarifikasi dari pihak pengelola menyebut bahwa hingga saat ini Mie Gacoan belum secara resmi membuka sistem franchise publik.

Salah satu artikel yang merangkum penjelasan PT Pesta Pora Abadi menyatakan bahwa Mie Gacoan belum memiliki skema kemitraan waralaba terbuka sebagaimana brand fast food besar lain. Informasi mengenai “paket franchise resmi” yang beredar lebih banyak bersumber dari diskusi komunitas, forum dagang, dan interpretasi pihak ketiga, bukan pengumuman langsung dari manajemen.

Ada juga artikel lain yang menegaskan bahwa sampai sekarang Mie Gacoan tidak mempublikasikan secara resmi detail syarat, biaya, maupun mekanisme pembelian hak franchise di situs maupun kanal resminya. Artinya, bagi calon pengusaha, informasi soal paket kerja sama yang beredar perlu dipahami sebagai estimasi dan bocoran tidak resmi, bukan sebagai ketentuan baku yang dijamin oleh perusahaan.

Kisaran Biaya dan Modal Franchise Mie gacoan

Meskipun belum ada publikasi resmi, berbagai media keuangan dan bisnis mencoba menyusun perkiraan modal yang dibutuhkan jika suatu saat Mie Gacoan membuka peluang kemitraan lebih luas. Beberapa sumber menyebut angka awal sekitar 125 juta rupiah sebagai biaya lisensi atau franchise fee yang mencakup hak pakai merek, pelatihan awal, dan sebagian perlengkapan standar.

Namun, angka tersebut biasanya belum termasuk pembangunan atau renovasi gerai, pengadaan peralatan dapur, furnitur, dan modal kerja operasional beberapa bulan pertama. Sejumlah artikel memperkirakan total kebutuhan investasi untuk sebuah gerai bisa berada di kisaran 500 hingga 650 juta rupiah, terutama untuk lokasi yang benar-benar mengikuti standar desain dan kapasitas tipikal Mie Gacoan.

Ada juga sumber lain yang menyebut kisaran modal lebih besar, yaitu 675 hingga 775 juta rupiah, dengan komposisi 125 juta rupiah sebagai biaya lisensi dan 550-650 juta rupiah untuk pembangunan dan perlengkapan gerai. Bahkan, salah satu analisis menyajikan rentang modal jauh lebih lebar, yakni sekitar 250 juta hingga 2,5 miliar rupiah tergantung skala, lokasi, dan level kemewahan gerai yang ingin dibangun.

Beberapa sumber keuangan terbaru di 2026 menambahkan bahwa lisensi franchise bisa saja berada di kisaran 200-300 juta rupiah, di luar biaya renovasi, peralatan, dan modal kerja. Di sisi lain, ada artikel yang mengutip informasi dari forum Facebook dagang yang menyebut biaya mulai 125 juta rupiah sebagai titik referensi awal, sekali lagi tanpa konfirmasi resmi dari perusahaan.

Intinya, angka-angka tersebut lebih tepat dipandang sebagai ilustrasi kebutuhan modal untuk membangun restoran mie pedas modern dengan standar mirip Mie Gacoan, bukan patokan resmi yang bisa dijadikan dasar negosiasi langsung. Jika suatu saat perusahaan membuka skema kemitraan secara resmi, angka dan struktur biayanya sangat mungkin berbeda dari berbagai estimasi yang beredar saat ini.

Syarat Umum yang Perlu Dipahami Calon Mitra

Walaupun skema resmi belum diumumkan, pola syarat yang sering muncul di berbagai pembahasan tentang kerja sama dengan brand mie pedas modern relatif mirip. Beberapa prasyarat yang hampir pasti akan diminta jika Mie Gacoan membuka kemitraan antara lain sebagai berikut.

1. Lokasi Strategis dan Lahan Memadai

Calon mitra biasanya harus menyediakan lokasi di area ramai seperti dekat kampus, perkantoran, kawasan komersial, atau jalan utama dengan lalu lintas tinggi. Brand mie pedas seperti ini sangat bergantung pada traffic harian yang besar, sehingga akses mudah dan visibilitas tinggi menjadi kunci.

Selain itu, lahan juga umumnya perlu mampu menampung area dine-in yang luas, dapur, gudang, serta area parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Banyak panduan menyebutkan bahwa ketersediaan parkir yang memadai dan kenyamanan tempat (termasuk Wi-Fi) adalah salah satu daya tarik utama bagi pelanggan muda.

2. Kecukupan Modal dan Cash Flow

Modal yang dimiliki tidak hanya untuk membayar biaya lisensi atau franchise fee, tetapi juga harus cukup untuk renovasi, peralatan, stok awal bahan baku, dan biaya operasional beberapa bulan pertama. Beberapa simulasi menyarankan pemilik usaha untuk menyiapkan dana cadangan untuk menutupi biaya operasional minimal tiga hingga enam bulan hingga penjualan stabil.

3. Kepatuhan pada Standar Desain dan SOP

Brand besar seperti Mie Gacoan umumnya mensyaratkan mitra untuk mengikuti standar desain interior, layout, branding, dan sistem operasional yang sudah teruji. Ini termasuk penggunaan peralatan tertentu, alur kerja dapur yang spesifik, standar resep, hingga cara penyajian dan pelayanan ke pelanggan.

4. Pengalaman di Bisnis Kuliner dan Manajemen Tim

Beberapa sumber menyebut bahwa memiliki pengalaman di bisnis F&B atau manajemen operasional akan menjadi nilai tambah penting bagi calon mitra. Pengelolaan tim dapur dan frontliner yang jumlahnya bisa belasan orang membutuhkan kemampuan leadership, rekrutmen, pelatihan, dan kontrol kualitas yang konsisten.

Tantangan & Risiko Bisnis ala Mie Gacoan

Di balik potensi omzet besar, bisnis restoran mie pedas berskala besar juga menyimpan tantangan yang tidak boleh diremehkan. Beberapa di antaranya bahkan bisa menjadi sumber kerugian jika tidak diantisipasi sejak awal.

Pertama, biaya operasional untuk gerai dine-in cukup tinggi, mulai dari gaji karyawan, sewa tempat, listrik, air, gas, hingga maintenance peralatan. Simulasi yang memasukkan komponen bahan baku, operasional, dan gaji karyawan bisa menunjukkan total biaya bulanan di atas 120 juta rupiah, sehingga salah perhitungan sedikit saja bisa menggerus margin keuntungan.

Kedua, persaingan di segmen mie pedas modern semakin ketat, dengan kehadiran berbagai brand lain seperti Kober, Wizzmie, dan pemain lokal di tiap kota. Sebuah studi tentang brand switching di segmen mie pedas menunjukkan bahwa pangsa pasar antar-merek bisa berubah cukup dinamis dalam beberapa tahun, sehingga tidak ada jaminan satu brand akan selamanya dominan.

Ketiga, aspek legalitas merek dan hak cipta juga tidak boleh diabaikan. Ada kasus di mana Mie Gacoan harus membayar royalti terkait hak cipta musik untuk menyelesaikan sengketa secara damai, yang menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap regulasi intelektual menjadi bagian penting dari operasional jaringan restoran besar.

Keempat, karena banyaknya informasi tidak resmi di internet, risiko penipuan dengan mengatasnamakan paket franchise Mie Gacoan juga meningkat. Beberapa panduan menekankan pentingnya menghindari perantara tidak resmi dan selalu memverifikasi informasi langsung ke situs serta kontak resmi perusahaan untuk mengurangi risiko ini.

Ingin Tahu Lebih Lanjut Mengenai Franchise? Cek Sini!

Kalau Anda ingin tahu lebih banyak mengenai franchise, pertimbangkan datang ke FLEI Business Show. 

Ada lebih dari 150 brand lokal dan internasional yang akan berpartisipasi dan berpeluang menjadi mitra bisnis Anda. Dapatkan tiket FLEI Business Show sekarang juga! Untuk informasi terbaru, cek @fleixpoid juga, ya!

rekomendasi franchise
Share this post